Cinta#3

Cinta….Apa itu cinta? Beribu filsuf dan penyair mencoba mendefinisikan makna cinta. Tetapi, hasilnya, tak pernah ada kesepakatan kolektif atas sebuah kata yang terdiri dari lima huruf itu: C-I-N-T-A.

Mungkin benar kata Anis Matta, kita memang tidak harus memahami definisinya, hanya cukup memahami cara kerja dari cinta. Menurut Anis, perumpamaannya adalah bahwa kita tidak perlu definisi dari panas matahari. Kita hanya perlu memahami cara kerja sinar matahari yang jelas kita rasakan jika kita tersengat  sinarnya.

Lalu, apa yang salah dengan mereka yang sedang dimabuk cinta jiwa (salah satu karakter cinta disamping cinta misi)? Apabila ada dua orang saling jatuh cinta, lalu apa yang salah? Apa yang meghalangi keduanya dipersatukan, jika memang motivasinya adalah untuk mengantarkan cinta jiwa itu kepada cinta misi, derajat cinta yang masih sulit penulis pahami dalam realitasnya.

Mungkin yang salah adalah konteks dan sudut pandangnya. Yah tergantung konteks dan sudut pandang orang yang melihat permasalahan ini. Konteks, dalam hal ini dapat dimaknai sebagi situasi dan kondisi yang melatarbelakanginya. Misal, cinta itu tumbuh dan bersemi sebelum ada kesiapan untuk melangkah ke jenjang yang lebih serius dan jangka panjang, pernikahan. Maka perasaan cinta itu hanya akan jadi candu tanpa dapat terobati kecuali dengan pernikahan. Atau, jika kepalang jauh, tanpa ada kesiapan, makhluk Allah yang lain akan membisikkan niat-niat jahat: RISKAN.

Sudut pandang, dalam hal ini dapat dipahami sebagai cara seseorang melihat sebuah masalah. Cinta adalah sesuatu yang kadang tidak bisa dirasionalisasi. Datang begitu saja, atau tercerabut dengan luka menganga yang tak kan pernah sembuh sampai dunia berakhir. Begitu unik, sampai subjektifitas begitu kental dalam kondisi ini: CINTA.

Apa yang salah jika memang ada sepasang manusia jatuh cinta? Bukankah banyak Tarikh Islam yang menceritakan justru mereka yang sudah jatuh cinta ini dipersatukan, karena cintanya putih, cintanya untuk menggapai Allah. Mengapa perlu ber-su’udzon pada pasangan yang telah jatuh cinta sebelum menikah? Apa yang salah dengan jatuh cinta? Bukankah itu fitrah paling murni yang membuat manusia dan semua makhluk di seantero jagad menjadi makhluk paling santun dan menebarkan perdamaian?

Kita hanya makhluk. Hanya wajib berusaha. Sedangkan garis takdir telah tertuliskan jauh, sangat jauh sebelum kita diciptakan. Di Lauhul Mahfudz. Rizki, jodoh dan mati, telah tertulis dengan jelas. Lalu apa yang salah dengan jatuh cinta???

ditulis pada 3 September 2010

3 Respon untuk Cinta#3

  1. Tiada… semoga tiada yang salah dengan huruf-huruf yang merangkai ini, ya… [C-I-N-T-A]. :)

    Salam,

  2. littlemujahid mengatakan:

    ayek ciyik kok ngomongin C-I-N-T-A…:D

  3. wyd mengatakan:

    kenapa harus mencari siapa yang salah jika ada dua orang jatuh cinta?
    bukankah cinta adalah sesuatu yang ‘baik’ dalam hubungan antar manusia? dan kita tidak pernah tau dengan siapa kita akan jatuh cinta, kan?

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.