Karena Kita Manusia

November 2, 2011

Di dunia ini, banyak hal ngawur yang ternyata memiliki pengikut ajaran yang tidak sedikit. Penyebab utama ke-ngawur-an tersebut adalah tidak adanya landasan yang kuat dalam melakukan aktivitas tersebut. Kadang, atau bahkan sering kali justifikasi yang digunakan adalah “Kata kiai ini…” atau “kata Pendeta ini…” Walau memang, kita bisa belajar dari orang lain (dan itu bagus), tetapi mencari rujukan utama setelah kita mendapatkan ilmu dari orang lain adalah sesuatu yang mutlak kita lakukan agar kita tak menjadi “Pengikut Orang Bodoh”.

Saudara, manusia itu terbatas. Dan memang begitu takdirnya. Keterbatasan adalah anugerah. Karena dengan keterbatasan itu manusia bisa berdinamika, membutuhkan orang lain; tidak egois dalam hidup ini. Perbedaan yang ada dalam kapasitas individu jangan digunakan sebagai legitimasi pelepasan kesalahan, karena tiap manusia memiliki kadar yang berbeda dalam sega aspeknya.

Keterbatasan yang diberikan Tuhan kepada kita memberikan kita sedikit kompensasi, keringanan-keringanan dariNya. hal ini harus disyukuri, dipahami dan dilaksanakan dalam kehidupan. Kita tak sedang hidup sendiri, dengan cara kita sendiri di dunia ini; karena kita tak akan pernah mampu sendiri. Jangan sombong karena merasa paling bisa. Pepatah Jawa, “Ojo rumongso bisa, ning bisoo rumongso” agaknya harus diperhatikan ulang, karena akhir-akhir ini makin banyak orang yang merasa mampu, tetapi ternyata tak mampu melakukan sesuatu (mungkin juga saya).

Semoga apa yang kita pilih dalam hidup ini membawa dampak positif bagi kita dan orang lain…

 

*edisi refleksi dan pengambilan sikap


PILIHAN

Oktober 26, 2011

Alhamdulillah…..

Aku tak ingin bersyair, atau sekedar berkata apa adanya. Semuanya hanya akan terdefinisi dengan makna yang tak semestinya. Atau apalah artinya, jika apa yang ingin kita sampaikan terbias kabur oleh hegemoni dunia….

Sobat, di persimpangan jalan kehidupan ini, semua hanyalah tentang “pilihan”. Pilhanmu dan pilihanku akan hidup yang akan kita raih, adalah berbeda. Tidak akan pernah aku menyalahkanmu atas sikap dan pilihanmu. Tetapi, harapku, jangan salahkan aku dengan pilihan lain akan kehidupan ini.

Hidup adalah pilihan dan memilih adalah bentuk perjuangan untuk mampu eksis dalam kehidupan. Apakah pernah kau bertanya makna pilihan yang diambil orang lain? Jika tidak, cukup diamlah saja tanpa perlu mengomentarinya dengan sinis.

Kalau kita paham bahwa hidup adalah pilihan, maka kita akan lebih bijak melihat masa depan….


ASA

Oktober 22, 2011

Selalu saja ada kejutan dalam tiap kesempatan. Apa pun itu, manusia tak seharusnya berprasangka. Hufh, aku menyadari, prasangka buruk “level akut” yang menderaku adalah “penyakit” yang harus segera disembuhkan. tetapi, bagaimana ia bisa sembuh? Adakah dokter hebat dan obat yang cukup mujarab untuk mengatasinya?

Semua bermula, pada masa di mana aku tak seharusnya berbuat. Sayangnya, hal itu telah menjadi sejarah dalam detik-detik masa lalu yang telah mengaku. Apa pula respon dari segelintir manusia yang papa tetapi berkekuatan tinggi menenggelamkanku dalam kesendirian? Apa itu yang mereka anggap sebagai pembenahan atas kesalahan yang aku sendiri masih tak mau mengakuinya?

Sekelebat tanya, atau pertanyaan muncul, lalu hilang diterpa badai. Selalu begitu. Sampai akhirnya, badai-badai yang belum berhenti mengoyak raga dan sukma itu berseteru penuh pada diri yang cuma satu. Hampir sirnalah ia karena tak ada batu karang atau sesuatu untuk menahan gempuran para angin yang mengganas. Untung saja, ada lubang di dalam tanah yang menyelamatkannya.

Sekali lagi, ini cuma masalah persepsi. Manusia terlanjur parah mempersepsi, membuat orang yang dipersepsi menjadi linglung, karena ia menjadi manusia yang bukan dirinya sendiri. Ah, Kawan… Semuanya terus berlalu… Mari kita pikirkan masa depan dan hari ini saja.


Tak Ada Kata Gagal

Mei 12, 2011

Gagal, yang dalam bahasa Inggris memiliki persamaan dengan kata failed atau  unsuccessfull ini merupakan momok yang bisa membuat seseorang berbalik arah dari harap menjadi putus asa.  ga·gal v 1 tidak berhasil; tidak tercapai (maksudnya): keinginannya untuk menjadi juara –; 2 tidak jadi: tahun ini panen –;
Baca entri selengkapnya »


Taguh dalam Prinsip

Mei 11, 2011

Istiqomah, jika dirunut ke akar katanya, berasal dari kata qoomaa, yang artinya tegak, berdiri. Secara definisi, istiqomah bermakna memiliki pendirian  yang kuat/komitmen dalam mempertahankan nilai-nilai Islam dan memperjuangkan penegakannya secara konsisten hingga akhir hayat kita. Dalam bahasa sehari-hari, istiqomah kita kenal dengan sebutan konsisten. Konsisten menurut KBBI adalah  tetap (tidak berubah-ubah); taat asas; ajek; 2 selaras; sesuai: perbuatan hendaknya–dng ucapan. Artinya, terdapat keselarasan dalam kehidupannya. Baca entri selengkapnya »


Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.